Bangun dan sujud pada tengah malam adalah amalan Rasulullah serta para sahabat.
Saidina Abu Bakar al-Siddiq adalah seorang sahabat Rasulullah SAW yang amat penyedih. Apabila beliau membaca ayat Allah, air matanya tidak dapat dibendung. Hatinya begitu lembut, sensitif dan cepat tersentuh.
Saidina Umar pula suka mengingatkan dirinya terhadap hari perhitungan. Ketakutan sentiasa menguasai hatinya. Wajahnya diguris bekas aliran tangisan yang terus-menerus mengalir mengingat hari perjumpaan dengan Allah kelak.
Ketika dalam keadaan sakit tenat yang membawa kepada kematiannya, beliau berkata, kepada anaknya Abdullah bin Umar: "Letakkan pipiku di atas tanah." Abdullah melarang dengan lembut sambil berkata: "Wahai ayah, bukankah itu akan membuatmu semakin sakit?" Umar berkata lagi: "Aku tidak peduli, letakkan aku di atas tanah, celakalah aku jika Tuhanku tidak merahmati aku!"
Tangisan adalah ubat bagi hati yang keras. Ia mendatangkan cahaya dan membersih daripada kekotoran dosa, manakala berlebihan tertawa dan bersenda gurau membawa kepada kelalaian, mengeraskan hati dan mengeruhkan kesuciannya.
Rasulullah SAW suatu ketika bertemu sahabat yang tertawa sambil bergurau.
Baginda SAW bersabda maksudnya: "Jika kamu semua mengetahui seperti apa yang aku ketahui, nescaya kamu akan banyak menangis dan sedikit tertawa."
Ada beberapa alasan mengapa orang beriman perlu menangisi dirinya.
a) Dia tidak tahu qada dan qadar atas dirinya.
Rasulullah SAW bersabda maksudnya: "Sesungguhnya kamu dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibu 40 hari air mani, kemudian menjadi segumpal darah selama 40 hari lagi, kemudian menjadi seketul daging selama 40 hari, kemudian diutuskan kepadanya malaikat lalu ditiupkan roh kepadanya dan dituliskan empat kalimah iaitu rezekinya, umurnya, amalnya, celakanya atau bahagianya. Maka, demi Allah yang tidak ada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya seseorang mengerjakan amal ahli syurga sehingga tidak ada jarak antaranya dengan syurga itu melainkan sehasta, kemudian terdahulu atasnya ketentuan tulisan lalu ia pun mengerjakan amal ahli neraka maka masuklah ia ke dalamnya. Dan seseorang mengerjakan amal ahli neraka sehingga tidak ada jarak di antaranya dengan neraka kecuali sehasta. Kemudian terdahulu atasnya ketentuan tulisan lalu dia pun mengerjakan amalan ahli syurga maka masuklah dia ke dalamnya." (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Siapakah yang boleh menjamin nama kita termasuk dalam senarai ahli syurga?
Tidakkah hal itu petanda bahawa kita tidak berkuasa menolong diri sendiri?
Letakkanlah diri kita sentiasa dalam keadaan cemas, takut dan harap kepada
Allah. Caranya dengan banyak menangis dan memohon pertolongan- Nya.
b) Menangislah kerana ingat terhadap malam pertama di alam kubur.
Siapakah yang menjadi teman untuk seorang pengantin yang memakai helaian kafan? Ditinggalkan sendirian menanggung nasib, meratapi kepergian orang yang menghantar ke kuburnya. Jangan pergi! Mana anakku, isteri dan saudara mara yang dulu mengasihiku? Semua hartaku, siapa yang menghabiskan segala jerih payahku selama ini? Lubang itu terlalu sempit, tempat cacing dan ulat menggigit-gigit.
Malam pertama di sini sungguh berat ditanggung sendiri. Ada malaikat yang datang membawa urusan amat penting. Persoalan yang bukan senda gurau kekasih pada malam pengantin. Bahkan, gertakan yang mengecutkan hati dan kekerasan yang memadamkan kegembiraan.
Siapakah yang mahu menolong aku, menemani dan membela diriku? Di mana sembahyang, puasa, haji dan sedekahku? Datanglah selimuti aku daripada kepedihan seksa ini. Di mana bacaan al-Quran, zikir dan kelembutan lidah yang pernah mengeluarkan kata-kata yang baik?
Datanglah semua segala kebaikanku dari atas kepala, di sebelah tangan, di kaki, di seluruh tubuh badan yang kaku dan pucat ini.
Siapakah yang sanggup membela jika bukan amal salih di dunia. Mayat itu menangis di perut bumi, menyesal mengapa dulu ia tidak menangis ketika bersimpuh di atas bumi?
c) Menangis kerana ingatkan hari perhitungan.
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: "Orang yang muflis di kalangan umatku ialah: Seseorang yang datang pada hari kiamat dengan pahala sembahyang, puasa dan zakat. Tetapi, dia pernah mencaci si polan, menuduh si polan, menumpah darah si polan dan memukul si polan. Maka akan diberikan kepada orang yang teraniaya itu daripada pahala kebaikan orang tadi sehingga apabila habis pahalanya, sedangkan belum semua terbayar, maka akan diambil ganti dari dosa orang itu dan dibebankan kepadanya dan dia dicampakkan ke dalam neraka kerananya." (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)
Ingatlah keaiban diri yang terlalu banyak untuk dihitung, jangan sibuk menyebut aib orang lain. Semua orang di sekeliling kita tidak dapat menolong kecuali amal ibadat yang dilakukan dengan keikhlasan.
Bilakah saat dan ketika paling tepat untuk kita menangis supaya lembut hati yang keras oleh hawa nafsu yang dituruti? Pada tengah malam yang dingin, bangun dan berdiri tanpa diketahui oleh manusia yang asyik bermimpi, sujud dan doa yang panjang, bacaan al-Quran dan zikrullah juga istighfar.
Amalan ini menjadi kebiasaan Rasulullah SAW dan sahabatnya serta menjadi
ikutan orang salih yang mahukan ketenangan jiwa pada akhir zaman ini. Ubati kegelisahan, tekanan dan kesakitan jiwa dengan menangis, solat dan
zikrullah. ,_._,___
penaku takkan berhenti menulis untuk melakar rasa hati kerna perjalanan ini aku sendiri tak tahu bila penghujungnya kelak tiba sampai seruan yang maha Esa
Dunia sentiasa berputar mengikut paksinya begitu juga dengan kehidupan, sekiranya kita leka dengan apa yang diperintahkan maka beringatlah dunia hanya sementara, hanya seketika waktu untuk dimusnahkan oleh pencipta-Nya. Maka dengan itu manusia hanya mampu melihat tanpa sempat untuk bertaubat kepada Allah S.W.T. Kita wajib melakukan perubahan walaupun sedikit sekurang-kurangnya kita berusaha untuk berubah dan meletakkan perjalanan kehidupan pada landasan yang betul. Moga perubahan yang kita lakukan beroleh ketenangan serta dirahmati oleh Allah S.W.T.-iluvislam
Thursday, January 3, 2013
Tuesday, April 10, 2012
Allah, beri aku kekuatan
Bismillahhirahmanirrahim…
Permohonan ampun ku rayu pada yang maha Esa atas segala
kekurangan diri. Juga buat
sahabat-sahabiah andai diri ini melukakan hati kalian.
Jujur aku tidak
selincah dahulu
Aku tidak selantang masa dulu
Aku masih bertatih dalam jalan dakwah ini
Aku masih ambil masa memahami waqie di sini
Seratus peratus perubahan rutin mahasiswa ijazah
Menggamit keseronokan waktu asasi yang takkan kembali
Aku risau andai kedepanan aku megundang spekulasi
Apalagi andai riak mula bercambah dalam diri
Padahal kitab pun tak habis ditadah lagi
Masih berjuta ilmu yang harus aku pelajari
Tapi jiwa dan semangat ini masih yang sama
Ikrar itu tetap terngia-ngia walau nafsu terkadang meraih
simpati
Daie sejati tidak akan mengalah dengan mehnah
Redha ALLAH diraih demi syurga yang telah dijanji
Akan ku bangkit dari kelesuan ini dan kebantutan ini
Doakan aku agar terus menjadi hamba yang taat dengan
perintahNya
Pimpinlah aku dalam meniti perjalanan ini
Ingatkanlah ku andai aku tersalah langkah dalam perjuangan
ini
TERIMA KASIH SEMUA YANG MEMAHAMI
SYUKURKU PADANYA MASIH BERI PELUANG PERBAIKI DIRI
Wallahu’alam…
Wednesday, March 21, 2012
Andai aku bersama kalian...
Andai aku bersama kalian
Akan ku disisi menemani kalian
Menghadapi apa yang kalian tempuhi
merasai tiap zarah yang kalian rasakan
andai aku bersama kalian
Akan ku papah beban kalian bersama
Akan ku ikut pikul tanggungjawab yang tergalas di bahu kalian
hingga tercapai segala matlamat kita
Andai aku bersama kalian
akan ku bisikkan kata-kata semangat
akan ku dorong kalian saat tersungkur
akan ku bangkitkan jiwa-jiwa agar kembali pada rabbnya
Andai aku bersama kalian
Akan ku usap air mata yang mengalir
Kesakitan itu aku juga turut merasai
kesengsaraan kalian aku ingin berkongsi bersama
andai aku bersama kalian
andai kalian rebah tak bangun-bangun
aku rela menjadi galang gantinya
akan ku sahut bendera perjuangan itu
Apakah daya aku tak mampu menemani kalian
atas komitmen lain yang tak bisa dielakkan
hanya tidak putus-putus ku kirimkan doa
Agar Allah sentiasa bersama kalian
Akan ku disisi menemani kalian
Menghadapi apa yang kalian tempuhi
merasai tiap zarah yang kalian rasakan
andai aku bersama kalian
Akan ku papah beban kalian bersama
Akan ku ikut pikul tanggungjawab yang tergalas di bahu kalian
hingga tercapai segala matlamat kita
Andai aku bersama kalian
akan ku bisikkan kata-kata semangat
akan ku dorong kalian saat tersungkur
akan ku bangkitkan jiwa-jiwa agar kembali pada rabbnya
Andai aku bersama kalian
Akan ku usap air mata yang mengalir
Kesakitan itu aku juga turut merasai
kesengsaraan kalian aku ingin berkongsi bersama
andai aku bersama kalian
andai kalian rebah tak bangun-bangun
aku rela menjadi galang gantinya
akan ku sahut bendera perjuangan itu
Apakah daya aku tak mampu menemani kalian
atas komitmen lain yang tak bisa dielakkan
hanya tidak putus-putus ku kirimkan doa
Agar Allah sentiasa bersama kalian
Subscribe to:
Posts (Atom)